Rabu, 20 Februari 2013
Tata Cara Menghitung RAB (Rancangan Anggaran Biaya) Bangunan
Anggaran biaya sebuah proyek biasanya terbagi atas 2 jenis, yaitu:
1. Anggaran Biaya Kasar (Taksiran)
Anggaran Biaya Kasar disusun menggunakan harga satuan bangunan per meter persegi-nya. Sebelum membuat anggaran biaya teliti ada baiknya disusun dulu anggaran biaya kasar, agar nantinya dipakai sebagai penuntun dalam membuat anggaran biaya teliti. Biasanya hasilnya tidak terlalu melompat perbedaanya.
2. Anggaran Biaya Teliti
Anggaran biaya teliti dihitung dengan lebih teliti dan hati-hati dibandingkan dengan anggaran biaya kasar, sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku. Untuk membuat anggaran biaya teliti, diperlukan Gambar rencana bangunan yeng lengkap dan detil. Hal ini dimaksudkan agar estimator bangunan dapat menghitung volume dari gedung tersebut secara akurat. Selain itu digunakan juga harga satuan bangunan dan penentuan upah buruh yang berlaku di daerah tersebut.
Selasa, 14 Februari 2012
Software-Software Terbaik Yang Harus Dimiliki Seorang Insinyur Sipil
Loe di sipil kan? Pantas, muka loe kayak bangunan.
Loe bisa ngitung? Gambar? Hebat!
Makan kerupuk? Bisa? Lho kok…
Ok, Gue serius nih. Kok malah jadi ngelindur sendiri. Jadi ini kan jaman modern bro. Ya kan? Masa lah haregenee,,masih ngitung manual, gambar manual, ngerancang manual. Basi Man … Buka mata loe, baju loe…trus Celana Dalam loe. . .Lha, mau ngapain?
Well, Sekarang abad cyber…apa-apa butuh yang instan ok? Nah kalo lo dalam proyek nih, misalnya… gedung udah mulai dibangun, loe masih ngitung-ngitung, en yang loe itung itu ada integral lipat tiga-nya…ga selesai-selesai, keburu ambrik tuh gedung. Iya kan? So pasti komputer itu penting banget. Asal u ga gunain laptop u untuk nonton bokep Maria Ozawa doang.
Nah, kalau Desainer grafis punya Coreldraw ama Adobe Photoshop. Gitaris punya Guitar Pro. Musisi punya FL Studio. Kita, orang sipil punya ape? Beton, kayu, paku, aspal, pantes..muka loe kayak beton kesiram aspal. Yang gue maksud bukan itu…
Ya, kita juga punyalah bro. Loe jangan khawatir, Ok? Kebayang kan gimana hari-hari penuh siksa, saat kita ngerja tugas sampai begadang? Ngitung lendutan make moment area method, dan sebagainya…huf…padahal kan ada SAP, BeaMax, en lain-lain software…
Hik…Hik…hu…hu…hu…………. * Nangis
Udah, cup, cup, cup,,,jangan nangis. Ini detail lengkap software-software sipil. tapi cuma ini yang gue tau. Jadi jangan marah ya dikit amat. Browsing aja di uztad google kalau mau tahu lebih complete…Yah, katanya detail lengkap…
1. Autocad
Kalau loe wiro sableng tukang gambar, ini software adalah kapak naga geni 212-nya lo..Memang software ini hebat banget. Versi terbarunya software rintisan Autodesk ini, punya kemampuan menggambar maha lengkap. Dari gambar stadion sampai gambar beha..bisa semuanya. Ok? Cuma loe harus ngerti dulu gimana gunain comand line sama fitur-fitur lainnya yang buat pusing kepala itu…huf..
Ga apa lah…dari pada harus megang sepasang mistar segitiga. Di atas meja gambar sebesar lantai jamban loe…mendingan ini. Wkwkwkwkwk
Mau donlot autocad? Klik aja di sini.
2. SAP
Semua penghuni jurusan sipil yang lalot otaknya, pasti benci mekanika teknik. Ada yang mau protes? Jangan marah kalau dikatain lalot. Saya juga sama. Wkwkwkwkw
Well, Makanya gue mati-matian belajar alat ini. Agar dalam proyek kelak…bisa gue jadiin penutup kelemahan otak gue, yang lalot soal mektek….Wkwkwk
SAP ini ampuh buat menganalisis struktur, baik lendutannya, reaksi perletakan. Putaran, dan sebagainya. Anda juga akan dimudahkan dengan templatenya yang user friendly. Ada portal, balok sederhana, rangka batang, bahkan pelat dan cangkang.
Mau donlot? klik di sini.
3. Beamax.
Nah, ni software, walau tampilannya buat gue mau nangis…(menyedihkan), Ampuh banget buat ngitung Mektek 1 tentang balok sederhana. Lengkap dengan diagram momen, geser, dan lendutannya. Hanya saja ga ada beban segitiganya. Untuk beban segitiga bisa diakali dengan menentukan vektor titik beratnya dulu, di mana letaknya.
Mau donlot? Klik aja di sini: Tahi Ayam. Habis itu, cuci tangan yang bersih pake baycline yah..
4. Archicad
Sopwer ini cocoknya buat arsitek sebenarnya. Namun seni itu kan milik semua orang, kita juga bisa kok make software buat merancang bangunan gedung dan rumah lengkap dengan interiornya ini. Dengan software ini, anda bisa melihat animasi rumah anda. Seolah-olah rumahnya udah jadi, gitu.
Mau download? Klik aja di sini: Tahi orang.
Sekali lagi jangan lupa cuci tangan pake molto setelah selesai donlot.
5. Microsoft Mathematics.
Takut lihat integral, diferensial, sin, cos, tan,…dsb? Wkwkwk. Saya juga. Sedikit sih. Don’t worry, gw tahu solusinya. Dengan kalkulator canggih buatan om Bill Gates en antek-anteknya ini, dijamin anda bisa dengan cepat ngitung persamaan kalkulus, Fisika, dan perhitungan lain dengan cepat.
Anda tergiur and mau download? Klik aja di sini.
Nah, sekian dulu postingan gw. Nanti gw update lagi. Peace…
Minggu, 12 Februari 2012
Bestek Dan Gambar Bestek Untuk Perhitungan Anggaran Bangunan
Gambar bestek adalah gambar lanjutan dan uraian gambar Pra Rencana, dan gambar detail dasar dengan skala (PU = Perbandingan Ukuran) yang lebih besar. Gambar bestek merupakan lampiran dan uraian dan syarat-syarat (bestek) pekerjaan
.
Gambar bestek dan bestek adalah kunci pokok (tolok ukur) baik dalam menentukan kualitas dan skop pekerjaan, maupun dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya.
Gambar bestek terdiri dari:
1. Gambar situasi, PU 1: 200 atau 1: 500 terdiri dan:
— Rencana letak bangunan.
— Rencana halaman.
— Rencana jalan dan pagar.
— Rencana saluran pembuangan air hujan.
— Rencana garis batas tanah dan roylen.
2. Gambar denah PU 1: 100.
Gambar denah melukiskan gambar tapak (tampang) setinggi ±_ 1,00 m dan lantai, hingga gambar pintu dan jendela terlihat dengan jelas, sedangkan gambar penerangan atas (bovenlich) digambar dengan garis putus. Pada denah juga digambar garis atap dengan garis putus-putus lebih tebal dan jelas sesuai dengan bentuk atap.
Lantai rumah induk dengan duga (pell) ditandai dengan ±0.00. Gambar kolom (tiang) dan beton dibedakan dan pasangan tembok. Semua ukuran arah vertikal dan lantai diben tanda ( + ) dan ukuran di bawah Iantai diberi tanda (-).
3. Gambar Potongan PU 1: 100.
Gambar potongan terdiri dari potongan melintang dan membujur menurut keperluannya. Untuk menjelaskan letak atau kedudukan sesuatu konstruksi, pada gambar potongan harus tercantum duga (peil) dan lantai, misalnya: dasar pondasi, letak tinggi
jendela dan pintu, tinggi langit-langit, nok reng balok / muurplaat.
4. Gambar Pandangan PU 1: 100.
Pada gambar pandangan tidak dicantumkan ukuran-ukuran lebar maupun tinggi bangunan. Gambar pandangan lengkap dengan dekorasi yang disesuaikan dengan perencanaan.
5. Gambar Rencana Atap PU 1 :100
Gambar rencana atap menggambarkan bentuk konstruksi rencana atap lengkap dengan kuda-kuda, nok gording, muurplaat/reng balok, hookeper, keilkeper, talang air, usuk/ kasau dan konstruksi penahan, denganjelas.
6. Gambar Konstruksi PU 1: 50.
Gambar konstruksi terdiri dan:
- Gambar konstruksi beton bertulang.
- Gambar konstruksi kayu.
- Gambar konstruksi baja.
-Lengkap dengan ukuran-ukuran dan perhitungan konstruksinya.
7. Gambar Pelengkap.
Gambar pelengkap terdiri dan:
- Gambar listriik dan PLN.
— Gambar sanitair.
— Gambar saluran pembuang air kotor.
— Gambar saluran pembuang air hujan.
Di bawah ini diberikan daftar gambar bestek yang telah diberi nomor seri A sampai N dengan perincian sebagai berikut:
| 1. | DENAH | = | A | 8. | POTONGAN II-II | = | H |
| 2. | TAMPAK MUKA | = | B | 9. | POTONGAN III-III | = | I |
| 3. | TAMPAK BELAKANG | = | C | 10. | RENCANA KAP | = | J |
| 4. | TAMPAK SAMPING KANAN | = | D | 11. | RENCANA PLAFOND | = | K |
| 5. | TAMPAK SAMPINGKIRJ | = | E | 12. | DENAH KUSEN | = | L |
| 6. | DENAH PONDASI | = | F | 13. | INSTALASI LISTRIK | = | M |
| 7. | POTONGAN I - I | = | 0 | 14. | RENCANA SAN1TASI | = | N |
Sumber: Rencana & estimate real of cost oleh H Bachtiar Ibrahim
Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Bangunan
Dalam membangun suatu bangunan, baik itu gedung bertingkat, kantor, sampai ke rumah tinggal, pasti dibutuhkan biaya tertentu. Dalam Teknik Sipil, kajian mengenai hal ini dibahas dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau sering juga diistilahkan begrooting. Yang dimaksud dengan Rencana anggaran biaya ini dalam berbagai proyek pembangunan adalah suatu perhitungan dan analisa mengenai banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah tenaga kerja, serta biaya atau anggaran lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan banguanan atau proyek tersebut.
Anggaran Biaya adalah harga/cost dari bangunan yang dihitung dengan cermat, teliti dan memenuhi syarat. Anggaran biaya pada bangunan yang sama mungkin berbeda-beda jika daerahnya berbeda pula, hal ini disebabkan perbedaan harga bahan dan upah tenaga kerja. Contohnya, harga bahan dan upah tenaga kerja di Makasar tentu berbeda dengan di Semarang dan sebagainya.
Ada dua cara menyusun Rencana Anggaran Biaya sebuah bangunan, yaitu:
1. Anggaran Biaya Kasar (Taksiran)
Perhitungan Anggaran Biaya Kasar atau estimasi dilakukan dengan cara menggunakan harga satuan tiap meter persegi (m2) Luas lantai.Anggaran Biaya Kasar dipakai sebagai pedoman terhadap anggaran biaya yang dihitung secara teliti.
Walaupun disebut Anggaran Biaya Kasar, Namun harga satuan tiap m2 luas lantai tidak terlalu jauh berbeda dengan harga yang dihitung secara teliti.
2. Anggaran Biaya Teliti adalah Anggaran proyek yang dihitung secara teliti dan cermat dengan memperhatikan ketenyuan dan syarat-syarat penyusunan anggaran biaya. Pada anggaran biaya kasar, harga satuan dihitung berdasarkan harga estimasi tiap setiap luas lantai dalam satuan meter persegi. Harga perkiraan tersebutharus berdasarkan harga wajar, dan tidak terlalu jauh berbeda dengan harga yang dihitung secara teliti.
Beberapa hal yang mendukung perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) teliti adalah:
a. Bestek: berguna untuk menentukan spesifikasi dan syarat-syarat teknis.
b. Gambar Bestek: dipakai untuk menghitung serta menganalisis besarnya volume pekerjaan
c. Harga Satuan Pekerjaan : Akan didapatkan dari perhitungan harga satuan bahan dan harga satuan upah berdasarkan analisis BOW.
Analisa BOW hanya dapat digunakan jika pekerjaanya padat karya, yang kebanyakan menggunakan peralatan konvensional.
Senin, 06 Februari 2012
MELIHAT LEBIH DEKAT TENTANG ILMU BANGUNAN
Pada masa yang lalu, manusia membutuhkan tempat tinggal hanya untuk berteduh dan panas, hujan, angin dan benlindung dan serangan binatang atau musuh. Namun sekaráng, tempat tinggal tidak hanya untuk kebutuhan itu saja, tapi juga untuk menunjukkan status seseorang dan berguna sebagai alamat dimana dia tinggal.
Sebelum manusia mengenal ilmu bangunan, tempat-tempat tinggal hanya dibuat secara primitif dan alami, misal gua-gua atau gubuk-gubuk yang dibuat di atas pohon. Kemudian setelah dikenal adanya ilmu teknik bangunan dan bahan bangunan, mulailah tempat tinggal dibuat secara teknis, disebut Bangunan rumah. Pengertian bangunan : bangunan rumah adalah susunan dan beberapa bahan yang disatukan dan diberi suatu bentuk, yang didirikan melekat di atas tanah atau bertumpu pada batu-batu landasannya dan diberi atap. Bangunan-bangunan ini makin lama makin berkembang, baik bentuknya maupun fungsinya, lalu diadakan kiasifikasi bangunan sebagai berikut ini:
1. Bangunan Rumah Tinggal yaitu tempat untuk bertempat tinggal dan membina kehidupan rumah tangga.
2. Bangunan Kantor (Perkantoran) : yaitu tempat untuk bekerja yang berhubungan dengan urusan administrasi.
3. Bangunan Toko (Pertokoan) : yaitu tempat untuk kegiatan jual beli barang atau makanan.
4. Bangunan Industri (Pabrik) : yaitu tempat untuk memproses suatu barang dan bahan baku menjàdi bahan jadi dengan nilai bertambah.
5. Bangunan Rekreasi : yaitu tempat untuk hiburan, seperti bioskop, taman bacaan, gedung pertunjukan, gelanggang olah raga.
6. Bangunan Ibadah : yaitu tempat untuk menunaikan ajaran agama, seperti mesjid, gereja, vihara, dan pura
7. Bangunan Sekolah : yaitu tempat untuk pendidikan/menuntut ilmu
8. Bangunan Sosial : yaitu tempat untuk menolong manusia tanpa memungut keuntungan, seperti rumah sakit, panti asuhan.
9. Bangunan Singgah Penumpang : yaitu tempat untuk berangkat atau turun penumpang dalam perjalanan darisatu tempat ke tempat lain. seperti stasiun kereta api, terminal bis, pelabuhan udara, pelabuhan laut.
Tidak ada bedanya, apakah bangunan itu hanya untuk satu keluarga atau dipakai untuk orang banyak (umum), sistem strukturnya harus tetap memenuhi persyaratan ideal, yaitu: kuat, stabil. fungsional, ekonomis dan estetis. Struktur bangunan dengan segala perlengkapannya adalah merupakan perpaduan antara seni dan teknik. lJnsur seni didalam bangunan selalu melibatkan idanya faktor-faktor filsafah, religi, tradisi geografis, selera, sehingga dalam wujudnya bangunan mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Unsur teknik merupakan faktor pendukung yang niemberikan kekuatan fisik pada bangunan sehingga struktur mampu menahan gaya-gaya yang bersifat merusak (berat sendiri bangunan, beban orang/barang, gaya angin. gempa). Seni bangunan (arsitektur) mengarah pada pengetahuan tentang perancangan bangunan dan filosofinya, arsitek lebih bertindak sebagai pencipta dan kreator bentuk bangunan dan tata ruangnya. Sedangkan teknik bangunan (sipil) Iebih menjurus pada penentuan metode dan anulisis strukturnya, sehingga dapat ditentukan berapa dimensi struktur yang andal dan kebutuhan bahannya.
