Kamis, 07 Agustus 2014

Tips Sukses Kuliah Di Jurusan Teknik Sipil




Banyak orang sering mengeluh, termasuk teman-teman sekampus saya, bahwa kuliah di jurusan teknik sipil itu sangat sulit. Mata kuliahnya susah. Pengen mau benar-benar menguasai jadinya malas, sebab baru buka bukunya sedikit saja, yang muncul melulu hitungan semua. Saya sendiri mengakui, waktu pertama kali memilih jurusan sipil di UMPTN, saya tidak pernah mengira bahwa kuliah di jurusan ini ternyata sesulit ini. Apalagi mata kuliah eksak seperti Statika, Analisa Struktur, dan sebagainya, benar-benar membuat kepala panas kalau dipelajari. Lagipula cakupannya luas, dan banyak sekali yang harus dipelajari, sehingga menurunkan semangat untuk mempelajari. Tak heran, banyak dari mahasiswa yang kuliah di jurusan ini, berkurang perlahan-lahan tiap semester.

Namun, seiring waktu berjalan di kampus, saya berusaha untuk menyukai ilmu ini. Sedikit demi sedikit saya mulai menemukan titik terang jurusan ini. Ternyata, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi suksesnya seseorang dalam mempelajari ilmu ini. Berikut adalah beberapa hal yang saya dapat bagikan buat semua teman-teman yang kuliah di jurusan Teknik Sipil:

1. Jangan buang waktu seharipun selama kuliah. Sebisa mungkin sediakan waktu setiap hari untuk me-review kembali bahan kuliah, catatan kuliah, maupun teori dan perhitungan  yang diajarkan oleh dosen tadi di ruang kuliah. Sehari, dua hari,  seminggu berlalu dan anda tidak pernah sekalipun  membaca kembali bahan kuliah anda, bisa dipastikan anda akan lupa dan pemahaman yang anda dapat akan menghilang perlahan-lahan.

2. Jangan menghafal, buat cakaran. Anda jangan mempelajari teknik sipil dengan gaya ilmu sosial. Ilmu ini adalah ilmu alam, selayaknya anda tidak boleh cuma lihat-lihat saja rumus-rumusnya, melainkan anda harus coba memecahkan soal, belajar penurunan rumus dan sebagainya. Intinya, selamilah dari mana datangnya persamaan tersebut, asal muasalnya, dan proses deduksi / penurunan sampai rumus tersebut ditemukan. Anda jangan hanya menerima saja rumus tersebut mentah-mentah. Jika anda rajin melakukan ini, kecerdasan anda dalam menganalisa akan meningkat drastis

3. Barengi dengan pengetahuan praktis/lapangan. Teknik sipil adalah ilmu terapan, dengan demikian anda jangan simpan saja di kepala semua ilmu dan metode yang telah anda dapatkan. Pelajari juga penerapannya di lapangan. Cari banyak koneksi, agar suatu waktu anda dapat diajak langsung kelapangan untuk melihat aplikasi langsung ilmu anda di dunia konstruksi. Misalnya ilmu hitung beton, perancangan bangunan, RAB, dan sebagainya. Kalau anda rajin menerapkannya, maka anda bisa lebih siap dan kompeten dalam memasuki dunia kerja.

4. Kuasai juga Teknologi Informasi / Pengetahuan Komputasi. Semua perhitungan di kuliah-kuliah teknik yang perhitungan serta pengerjaannya dengan metode manual, tentu tidak dapat diterapkan diterapkan di lapangan  karena memakan waktu (time consuming) dan tidak efektif. Maka menguasai metode pengolahan data dan analisa data dengan komputer adalah skill mutlak yang harus anda kejar dan miliki sebagai seorang engineer.

Demikianlah beberapa pengalaman yang saya dapatkan selama kuliah di jurusan ini, semoga bisa membantu anda untuk lebih survive lagi kuliah di jurusan yang tidak bisa dibilang mudah ini. Salam engineer! :-)

Kamis, 02 Januari 2014

Jenis - Jenis Kerusakan Pada Jalan Raya


Penanganan konstruksi perkerasan apakah itu bersifat pemeliharaan, penunjang, peningkatan, ataupun rehabilitasi dapat dilakukan dengan baik setelah kerusakan-kerusakan yang timbul pada perkerasan tersebut dievaluasi mengenai penyebab dan akibat mengenai kerusakan tersebut. Besamya pengarah suatu kerusakan dan langkah penanganan selanjutnya sangat tergantung dari evaluasi yang dilakukan oleh sipengamat, oleh karena itu sipengamat haruslah orang yang benar-benar menguasai jenis dan sebab serta tingkat penanganan yang dibutuhkan dari kerusakan-kerusakan yang timbul.

Kerusakan pada perkerasan konstruksi jalan dapat disebabkan oleh :

1. Lalu-lintas yang dapat berupa peningkatan beban dan repetisi beban.

2. Air yang dapat berasal dari air hujan, sistem drainase jalan yang tidak baik, naiknya air dengan sifat kapilaritas.

3. Material konstruksi perkerasan. Dalam hal ini dapat disebabkan oleh sifat material itu sendiri atau dapat pula disebabkan oleh sistem pengolahan yang tidak baik.

4. Iklim. Indonesia beriklim tropis, dimana suhu udara dan curah hujan umumnya tinggi, yang dapat merupakan salah satu penyebab kerusakan jalan.

5. Kondisi tanah dasar yang tidak stabil. Kemungkinan disebabkan oleh sistem pelaksanaan yang kurang baik, atau dapat juga disebabkan oleh sifat tanah dasar yang memang jelek.

6. Proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik.

Umumnya kerusakan-kerusakan yang timbul itu tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi dapat merupakan gabungan dari penyebab yang saling kait-mengait. Sebagai contoh adalah retak pinggir, pada awalnya dapat diakibatkan oleh tidak baiknya sokongan dari samping. Dengan terjadiny retak pinggir, memungkinkan air meresap masuk ke lapis di bawahnya yang melemahkan ikatan antara aspal dengan agregat, hal ini dapat menimbulkan lubang-lubang disamping melemahkan daya dukung lapisan di bawahnya.

Dalam mengevaluasi kerusakan jalan perlu ditentukan :

- Jenis kerusakan (distress type) dan penyebabnya.

- Tingkat kerusakan (distress severity)
- Jumlah kerusakan (distress amount)

Sehingga dengan demikian dapat ditentukan jenis penanganan yang paling sesuai.


  • JENIS KERUSAKAN PADA PERKERASAN LENTUR


Menurut Manual Pemeliharaan Jalan No : 03/MN/B/1983 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, kerusakan jalan dapat dibedakan atas :

1. Retak (cracking)

2. Distorsi (distortion)

3. Cacat permukaan (disintegration)

4. Pengausan (polished aggregate)

5. Kegemukan (bleeding or flushing)

6. Penurunan pada bekas penanaman utilitas (utility cut depression)

I. Retak (cracking) dan penyebabnya

Retak yang terjadi pada lapisan permukaan jalan dapat dibedakan atas :

1. Retak halus (hair cracking), lebar celah lebih kecil atau sama dengan 3 mm, penyebab adalah bahan perkerasan yang kurang baik, tanah dasar atau bagian perkerasan di bawah lapis permukaan kurang stabil. Retak halus ini dapat meresapkan air ke dalam lapis permukaan. Untuk pemeliharaan dapat dipergunakan lapis latasir, atau buras. Dalam tahap perbaikan sebaiknya dilengkapi dengan perbaikan sistem drainase. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya.
2. Retak kulit buaya {alligator cracks), lebar celah lebih besar atau sama dengan 3 mm. Saling merangkai membentuk serangkaian kotak-kotak kecil yang menyerupai kulit buaya. Retak ini disebabkan oleh bahan perkerasan yang kurang baik, pelapukan permukaan, tanah dasar atau bagian perkerasan di bawah lapis permukaan kurang stabil, atau bahan lapis pondasi dalam keadaan jenuh air (air tanah baik).

Umumnya daerah dimana terjadi retak kulit buaya tidak luas. Jika daerah dimana terjadi retak kulit buaya luas, mungkin, hal ini disebabkan oleh repetisi beban lalulintas yang melampaui beban yang dapat dipikul oleh lapisan permukaan tersebut. Retak kulit buaya untuk sementara dapat dipelihara dengan mempergunakan lapis burda, burtu, ataupun lataston, jika celah < 3 mm. Sebaiknya bagian perkerasan yang telah mengalami retak kulit buaya akibat air yang merembes masuk ke lapis pondasi dan tanah dasar diperbaiki dengan cara dibongkar dan membuang bagian-bagian yang basah, kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sesuai. Perbaikan harus disertai dengan perbaikan drainase di sekitarnya. Kerusakan yang disebabkan oleh beban lalulintas harus diperbaiki dengan memberi lapis tambahan. Retak kulit buaya dapat diresapi oleh air sehingga lama kelamaan akan menimbulkan lubang-lubang akibat terlepasnya butir-butir.


3. Retak sambungan bahu dan perkerasan (edge joint cracks), retak memanjang yang umumnya terjadi pada sambungan bahu dengan perkerasan. Retak dapat disebabkan dengan kondisi drainase di bawah bahu jalan lebih buruk dari pada di bawah perkerasan, terjadinya settlement di bahu jalan, penyusutan material bahu atau perkerasan jalan, atau akibat lintasan truck/kendaraan berat di bahu jalan. Perbaikan dapat dilakukan seperti perbaikan retak refleksi.

4. Retak sambungan jalan (lane joint cracks), retak memanjang yang terjadi pada sambungan 2 lajur lalulintas. Hal ini disebabkan tidak baikny a ikatan sambungan kedua lajur. Perbaikan dapat dilakukan dengan memasukkan campuran aspal cair dan pasir ke dalam celah-celah yang terjadi. Jika tidak diperbaiki, retak dapat berkembang menjadi lebar karena terlepasnya butir-butir pada tepi retak dan meresapnya air ke dalam lapisan.


5. Retak sambungan pelebaran jalan (widening cracks), adalah retak memanjang yang terjadi pada sambungan antara perkerasan lama dengan perkerasan pelebaran. Hal ini disebabkan oleh perbedaan daya dukung di bawah bagian pelebaran dan bagian jalan lama, dapat juga disebabkan oleh ikatan antara sambungan yang tidak baik. Perbaikan dilakukan dengan mengisi celah-celah yang timbul dengan campuran aspal cair dengan pasir. Jika tidak diperbaiki, air dapat meresap masuk ke dalam lapisan perkerasan melalui celah-celah, butir-butir dapat lepas dan retak bertambah besar.
Gambar 8.5. Retak sambungan pelebaran jalan (widening cracks)

6. Retak refleksi (reflection cracks), retak memanjang, melintang, diagonal, atau membentuk kotak. Terjadi pada lapis tambahan (overlay) yang menggambarkan pola retakan di bawahnya. Retak refleksi dapat terjadi jika retak pada perkerasan lama tidak diperbaiki secara baik sebelum pekerjaan overlay dilakukan.
Retak refleksi dapat pula terjadi jika gerakan vertikal/horozontal di bawah lapis tambahan sebagai akibat perubahan kadar air pada jenis tanah yang ekspansif.
        Untuk retak memanjang, melintang, dan digonal perbaikan dapat dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir. Untuk retak berbentuk kotak perbaikan dilakukan dengan membongkar dan melapis kembali dengan bahan yang sesuai.


7. Retak susut (shrinkage cracks), retak yang saling bersambungan membentuk kotak-kotak besar dengan sudut tajam. Retak disebabkan oleh perubahan volume pada lapisan permukaan yang memakai aspal dengan penetrasi rendah, atau perubahan volume pada lapisan pondasi dan tanah dasar. Perbaikan dapat dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir dan melapisi dengan burtu.
Retak selip (slippage cracks), retak yang bentuknya melengkung seperti bulan sabit. Hal ini terjadi disebabkan oleh kurang baiknya ikatan antara lapis permukaan dengan lapis di bawahnya. Kurang baiknya ikatan dapat disebabkan oleh adanya debu, minyak, air, atau benda non-adhesif lainnya, atau akibat tidak diberinya tack coat sebagai bahan pengikat di antara kedua lapisan. Retak selip pun dapat terjadi akibat terlau banyaknya pasir dalam campuran lapisan permukaan, atau kurang baiknya pemadatan lapis permukaan. Perbaikan dapat dilakukan dengan membongkar bagian yang rusak dan menggantikannya dengan lapisan yang lebih baik.



  • Distorsi (Distortion)


Distorsi/perubahan bentuk dapat terjadi akibat lemahnya tanah dasar, pemadatan yang kurang pada lapis pondasi, sehingga terjadi tambahan pemadatan akibat beban lalulintas. Sebelum perbaikan dilakukan sewajarnyalah ditentukan terlebih dahulu jenis dan penyebab distorsi yang terjadi. Dengan demikian dapat ditentukan jenis penanganan yang cepat.

Distorsi (distrotion) dapat dibedakan atas :

1. Alur (ruts), yang terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan. Alur dapat merupakan tempat menggenangnya air hujan yang jatuh di atas permukaan jalan, mengurangi tingkat kenyamanan, dan akhirnya dapat timbul retak-retak. Terjadinya alur disebabkan oleh lapis perkerasan yang kurang padat, dengan demikian terjadi tambahan pemadatan akibat repetisi beban lalulintas pada lintasan roda. Campuran aspal dengan stabilitas rendah dapat pula menimbulkan deformasi plastis. Perbaikan dapat dilakukan dengan memberi lapisan tambahan dari lapis permukaan yang sesuai.

2. Keriting (corrugation), alur yang terjadi melintang jalan. Dengan timbulnya lapisan permukaan yang keriting ini pengemudi akan merasakan ketidaknyamanan mengemudi. Penyebab kerusakan ini adalah rendahnya stabilitas campuran yang berasal dari terlalu tingginya kadar aspal, terlau banyak mempergunakan agregat halus, agregat berbentuk bulat dan berpermukaan penetrasi yang tinggi. Keriting dapat juga terjadi jika lalulintas dibuka sebelum perkerasan mantap (untuk perkerasan yang mempergunakan aspal cair). Kerusakan dapat diperbaiki dengan :

- Jika lapis permukaan yang berkeriting itu mempunyai lapis pondasi agregat, perbaikan yang tepat adalah dengan menggaruk kembali, dicampur dengan lapis pondasi, dipadatkan kembali dan diberi lapis permukaan baru.

-      Jika lapis permukaan bahan pengikat mempunyai ketebalan > 5 cm, maka lapis tipis yang mengalami keriting tersebut diangkat dan diberi lapis permukaan yang baru.

3. Sungkur (shoving), deformasi plastis yang terjadi setempat, di tempat kendaraan sering berhenti, kelandaian curam, dan tikungan tajam. Kerusakan dapat terjadi dengan/tanparetak. Penyebab kerusakan sama dengan kerusakan keriting. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara dibongkar dan dilapis kembali (lihat retak kulit buaya).


4. Amblas (grade depressions), terjadi setempat, dengan atau tanpa retak. Amblas dapat terdeteksi dengan adanya air yang tergenang. Air tergenang ini dapat meresap ke dalam lapisan perkerasan yang akhirnya menimbulkan lubang.

Penyebab amblas adalah beban kendaraan yang melebihi apa yang direncanakan, pelaksanaan yang kurang baik, atau penurunan bagian perkerasan dikarenakan tanah dasar mengalami settlement.

Perbaikan dapat dilakukan dengan :

- Untuk amblas yang < 5 cm, bagian yang rendah diisi dengan bahan sesuai seperti lapen, lataston, laston.

- Untuk amblas yang > 5 cm, bagian yang amblas dibongkar dan lapis kembali dengan lapis yang sesuai.

5. Jembul (upheaval), terjadi setempat, dengan atau tanpa retak. Hal ini terjadi akibat adanya pengembangan tanah dasar pada tanah dasar ekspansif. Perbaikan dilakukan dengan membongkar bagian yang rusak dan melapisinya kembali.


  • Cacat permukaan (disintegration), yang mengarah kepada kerusakan secara kimiawi dan mekanis dari lapisan perkerasan.


Yang termasuk dalam cacat permukaan ini adalah :

1. Lubang (potholes), berupa mangkuk, ukuran bervariasi dari kecil sampai besar. Lubang-lubang ini menampung dan meresapkan air ke dalam lapis permukaan yang menyebabkan semakin parahnya kerusakan jalan.
Lubang dapat terjadi akibat:

a. campuran material lapis permukaan jelek, seperti:

- Kadar aspal rendah, sehingga film aspal tipis dan mudah lepas.

- Agregat kotor sehingga ikatan antara aspal dan agregat tidak baik.

- Temperatur campuran tidak memenuhi persyaratan.

b. Lapis permukaan tipis sehingga ikatan aspal dan agregat mudah lepas akibat pengaruh cuaca.

c. Sistem drainase jelek, sehingga air banyak yang meresap dan mengumpul dalam lapis perkerasan.

d. Retak-retak yang terj adi tidak segera ditangani sehingga air meresap dan mengakibatkan terjadinya lubang-lubang kecil.
Lubang-lubang tersebut diperbaiki dengan cara dibongkar dan dilapis kembali. Perbaikan yang bersifat permanen disebut juga deep patch (tambalan dalam), yang dilakukan sebagai berikut:

a. Bersihkan lubang dari air dan material-material yang lepas.

b. Bongkar bagian lapis permukaan dan pondasi sedalam-dalamnya sehingga mencapai lapisan yang kokoh (potong dalam bentuk ynag persegi panjang).

c. Beri lapis tack coat sebagai lapis pengikat.

d. Isikan campuran aspal dengan hati-hati sehingga tidak terjadi segregasi.

e. Padatkan lapis campuran dan bentuk permukaan sesuai dengan lingkungannya.

2. Pelepasan butir {ravelling), dapat terjadi secara meluas dan mempunyai efek serta disebabkan oleh hal yang sama dengan lubang. Dapat diperbaiki dengan memberikan lapisan tambahan di atas lapisan yang mengalami pelepasan butir setelah lapisan tersebut dibersihkan, dan dikeringkan.


3. Pengelupasan lapisan permukaan {stripping), dapat disebabkan oleh kurangnya ikatan antara lapis permukaan dan lapis di bawahnya, atau terlalu tipisnya lapis permukaan. Dapat diperbaiki dengan cara digaruk, diratakan, dan dipadatkan. Setelah itu dilapisi dengan buras.



Permukaan jalan menjadi licin, sehingga membahayakan kendaraan. Pengausan terjadi karena agregat berasal dari material yang tidak tahan aus terhadap roda kendaraan, atau agregat yang dipergunakan berbentuk bulat dan licin, tidak berbentuk cubical. Dapat diatasi dengan menutup lapisan dengan latasir, buras, atau latasbun.


Permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda. Berbahanya bagi kendaraan. Kegemukan (bleeding) dapat disebabkan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat. Dapat diatasi dengan menaburkan agregat panas dan kemudian dipadatkan, atau lapis aspal diangkat dan kemudian diberi lapisan penutup.



Terjadi di sepanjang bekas penanaman utilitas. Hal ini terjadi karena pemadatan yang tidak memenuhi syarat. Dapat diperbaiki dengan dibongkar kembali dan diganti dengan lapis yang sesuai.

Sabtu, 04 Mei 2013

Apa itu Ekonomi Rekayasa


Ekonomi teknik atau sering disebut juga ekonomi rekayasa adalah sebuah disiplin ilmu keteknikan yang unik. ilmu ini menggabungkan analisis ekonomi pada sebuah kegiatan konstruksi. Ilmu ini memberikan teknik pemecahan masalah (problem solving) serta pengambilan keputusan (making of decision) mengenai berbagai masalah-masalah yang rumit dalam pelbagai proyek konstruksi.

Ilmu ini juga dipakai dalam studi kelayakan dari sebuah kegiatan konstruksi, serta dapat mengevaluasi pengambilan kebijakan pembangunan dari kaca mata dunia ekonomi. Prinsip yang dipakai adalah analisis dan pencarian alternatif-alternatif pada suatu kegiatan konstruksi, dengan meninjau dari berbagai aspek lain: teknis, sosial, ekologi, dan lain-lain, sehingga dapat diketahui bernilai atau tidak/layak atau tidaknya proyek tersebut secara ekonomi.

Sebuah proyek konstruksi, setidaknya dimulai dengan terbentuknya ide atau sebuah tujuan yang dicapai, dengan melihat juga aspirasi dari masyarakat, hingga tahapan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance). Langkah-langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi lebih awal titik-titik yang memerlukan analisis secara ekonomi. Ada perbedaan yang jelas antara analisis ekonomi proyek dengan perhitungan rencana anggaran biaya. Rencana anggaran biaya (RAB) sebuah proyek adalah penentuan biaya yang akan dikeluarkan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Lain halnya analisis ekonomi sebuah proyek, adalah kajian ekonomi sebuah proyek: apakah ide, tujuan, dan perencanaan sebuah proyek layak atau tidak pelaksanaanya secara ekonomi.


Senin, 11 Maret 2013

Suka Duka Kuliah Di Teknik Sipil

 Hari ini saya mau curhat sedikit, mengeluarkan unek-unek di hati saya mengenai susahnya sekian lama saya mendalami dunia teknik sipil. Mungkin ini bisa menjadi motivasi buat adik-adik sekalian yang dari sekarang udah menanamkan tekad dalam hati untuk memasuki jurusan yang sering disebut-sebut sebagai jurusan bergengsi ini. Nah, sebelum kalian masuk ke jurusan ini dan menemukan diri kalian "kaget setengah mati", ada baiknya kalian perlu kenal lebih dulu, apa sih dunia teknik sipil itu? Seperti apa hal-hal yang dipelajari dalam kuliah-kuliahnya dan apa peluang kerja kedepannya?


   Nah, menurut om Wikipedia, Teknik sipil merupakan salah satu ranting dari ilmu teknik yang membahas dan mempelajari tentang bagaimana merancang atau mendesain, membangun, serta merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kesejahteraan hidup manusia.
Jurusan teknik sipil mempunyai ruang lingkup / cakupan yang luas, dimana dalamnya pengetahuan matematik, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer memberi sumbangsihnya masing-masing. Ilmu Teknik sipil berkembang seiring berktumbuhnya tingkat kebutuhan manusia dan peradabannya, sehingga bisa juga dibilang, bahwa ilmu ini dapat mengubah sebuah hutan rimba menjadi kota metropolitan.

Lantas, kenapa banyak mahasiswa indonesia mengeluhkan betapa sulitnya menimba ilmu di jurusan ini? berdasarkan hasil pengamatan penulis, banyak mahasiswa dan mahasiswi jurusan ini merasa frustasi dan stress menjalani kuliah di jurusan ini, sehingga pada akhirnya memilih untuk membuang jurusan yang sudah diperjuangkan orang tuanya dengan susah payah dan danayang tidak sedikit. Tidak heran memang, isi dari jurusan ini adalah ilmu eksak dan logis semua. Anda akan bertemu dengan apa yang dulunya dicerna ilmuwan sekelas Archimedes hingga panas kepalanya.  Alhasil setiap semester, mahasiswa jurusan Teknik Sipil selalu berkurang secara drastis, hingga hanya sedikit yang mampu bertahan dan meraih gelar sarjana.

Disini penulis tidak bermaksud menakut-nakuti, atau melebih-lebihkan cerita. Tapi pada kenyataanya memang benar demikian. Penulis pun pernah mengalami sendiri betapa beratnya kuliah di Teknik Sipil. Namun, sesulit apapun rintangan itu, jika ada jiwa semangat yang mau melaluinya, pastilah dapat dilewati juga. Iya kan? Lagipula menurut penulis, kebanyakan mahasiswa indonesia sekarang mempunyai watak yang malas, cengeng, dan manja. Kebanyakan memasuki perguruan tinggi hanya untuk mengejar gelar semata, bukan ilmunya yang dicari. Pada akhirnya, belajar pun asal-asalan. Lebih banyak mejeng daripada diskusi kuliah di kampus. Tugaspun banyak yang tidak dikerjakan dan kalau iya pun cuma di copy-paste. Sangat memprihatinkan. Benar-benar beda jauh dengan mahasiswa bangsa barat. Yang memang sejak awalnya sudah jauh lebih maju pemikiran, watak, serta peradabannya.

So, bagi yang mau masuk jurusan ini, siap-siapkanlah dirimu, agar tidak bernasip sama dengan mereka-mereka yang memang sejak awal sudah membunuh karakter mereka sendiri. miliki sikap mau belajar, dan menyelami sedalam-dalamnya apa yang dipelajari. Anda yang demikianlah yang mampu merubah wajah bangsa ini, menjadi sama rata tingkatannya dengan negara-negara maju lainnya.

Salam Engineering!!!

Sabtu, 23 Februari 2013

Video Tutorial SAP 2000: Menghitung Reaksi Perletakan Balok Sederhana

Halo arek-arek teknik sipil, hari ini saya baru selesai membuat video tutorial pertama saya tentang bagaimana menghitung balok sederhana (simple beam) dengan menggunakan SAP 2000 v14. Software yang satu ini memang bukan lagi sesuatu yang asing lagi dalam dunia rancang-bangun bangunan. Nah, silahkan ditonton dan semoga berguna. Oh iya, untuk mendownloadnya bisa menggunakan software Internet Download Manager.


Rabu, 20 Februari 2013

Peran Seorang Konsultan Dalam Proyek Konstruksi


Konsultan, biasanya berupa tenaga  insinyur atau arsitek, adalah seseorang atau sekelompok orang atau pengusaha yang tugasnya memberikan saran teknis mengenai suatu proyek bagi sang penyelenggara proyek. Tugas utama dari seorang insinyur atau engineer adalah mendesain, melakukan penelitian yang penting untung proses perancangan, mentediakan perhitungan biaya atau anggaran proyek, dan berbagai tugas teknis lain. Seorang engineer  harus  terlatih baik dalam mutu serta kualitas SDM-nya, serta harus memimpin keseharian proses konstruksi atau secara periodik mengecek kasus-kasus teknis yang mungkin terjadi dalam konstruksi.
Seorang penyelenggara proyek atau promoter  membutuhkan seorang konsultan untuk pekerjaan konstruksi dengan cara sebagai berikut:
1.       Penyelenggara proyek mungkin menyewa satu jasa konsultan untuk seluruh pekerjaan

2.       Penyelenggara proyek dapat memakai seorang inyinyur kompeten dari perusahaanya sendiri untuk seluruh pekerjaan konstruksi. Banyak pemilik lokal serta  departemen pemerintah mengerjakan chief engineer  mereka sebagai konsultan untuk bagian-bagian atau spesialisai pekerjaan tertentu. Misalnya jembatan atau bendungan serta jalan raya. Hal ini terjadi jika mereka memiliki pakar atau chief engineer mereka sendiri untuk menyelesaikan proyek dengan memakai tenaga engineer junior dibawah pengawasan dan tuntunannya.


3.       Penyelenggara proyek dapat memakai suatu jasa konsultasi untuk sebagian pekerjaan dimana orang-orangnya tidak mahir dalam bidang tersebut, lalu menyelesaikan sisa pekerjaanya dengan orang-orangnya sendiri. Misalnya dalam membangun sebuah gedung bertingkat, ia mungkin memakai jasa desain seorang arsitek dari konsultan arsitektur, dan menyelesaikan desain strukturnya oleh insinyur-insinyurnya sendiri. Hali ini umumnya terjadi jika pemilik proyek adalah pemerintah atau agensi tertentu.

Pembayaran yang diberikan seorang penyelenggara proyek pada konsultan disebut biaya konsultasi atau  “conultancy fees”. Besar pembayaranya bervariasi, tergantung dari volume pekerjaan yang dilakukan atau perhitunganbanyaknya  hari dalam periodic supervision yang dilakukan konsultan untuk mengawasi jalannya konstruksi.

Seorang konsultan pada dasarnya adalah tenaga kerja yang memiliki kebebasan untuk melatih serta menerapkan ilmu dan pengalamannya untuk desain baru sebuah pekerjaan  konstruksi. Ia dapat menyumbangkan pemikirannya yang luas untuk menyelesaikan masalah-masalah teknis dalam konstruksi, dan ini memang  tugas utamanya. Ia harus mampu memberikan alternatif-alternatif lain dalam menyelesaikan masalah-masalah kompleks dalam konstruksi. Lalu dengan mengandalkan pengetahuan dan pengalamanya, ia harus memilih manakah yang paling cocok, dengan tidak lupa mempertimbangkan segi kekuatan dan ekonomis pekerjaan konstruksi.

Bagaimana dengan konsultan di negara kita?

Salam blogging!

Tata Cara Menghitung RAB (Rancangan Anggaran Biaya) Bangunan

       Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan adalah suatu perhitungan mengenai kuantitas biaya yang diperlukan bagi bahan atau material dan upah tenaga kerja dalam sebuah proyek konstruksi, serta biaya-biaya terkait lainnya. Anggaran tersebut harus dihitung dengan cermat, lengkap, dan teliti. Harga RAB tiap bangunan di berbagai daerah tidak pernah sama. Mengapa? hal ini disebabkan harga upah dan bahan untuk masing-masing daerah berbeda. Contohnya di tempat saya di NTT, tentunya berbeda dengan di Jawa, sebab harga material bangunan di NTT lebih mahal daripada di Jawa, dikarenakan adanya biaya angkut material. Lain halnya dengan upah tenaga kerja, mungkin bisa lebih murah daripada tenaga kerja di Jawa, sebab dalam hal skill atau keterampilan tentunya tenaga kerja di Jawa lebih berpengalama dalam menangani proyek-proyek yang bervariasi dan lebih mutakhir metode konstruksinya.


       Anggaran biaya sebuah proyek biasanya terbagi atas 2 jenis, yaitu:

1. Anggaran Biaya Kasar (Taksiran)

     Anggaran Biaya Kasar disusun menggunakan harga satuan bangunan per meter persegi-nya. Sebelum membuat anggaran biaya teliti ada baiknya disusun dulu anggaran biaya kasar, agar nantinya dipakai sebagai penuntun dalam membuat anggaran biaya teliti. Biasanya hasilnya tidak terlalu melompat perbedaanya.

2. Anggaran Biaya Teliti

     Anggaran biaya teliti dihitung dengan lebih teliti dan hati-hati dibandingkan dengan anggaran biaya kasar, sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku. Untuk membuat anggaran biaya teliti, diperlukan Gambar rencana bangunan yeng lengkap dan detil. Hal ini dimaksudkan agar estimator bangunan dapat menghitung volume dari gedung tersebut secara akurat. Selain itu digunakan juga harga satuan bangunan dan penentuan upah buruh yang berlaku di daerah tersebut.

   

Rabu, 13 Februari 2013

Apa Itu Tes Sondir?

   Tes sondir merupakan salah satu tes dalam bidang teknik sipil yang berfungsi untuk mengetahui letak kedalaman tanah keras, yang nantinya dapat diperkirakan seberapa kuat tanah tersebut dalam menahan beban yang didirikan di atasnya. Tes ini biasa dilakukan sebelum membangun pondasi tiang pancang, atau pondasi-pondasi dalam lainnya. Data yang didapatkan dari tes ini nantinya berupa besaran gaya perlawanan dari tanah terhadap konus, serta hambatan pelekat dari tanah yang dimaksud. Hambatan pelekat adalah perlawanan geser dari tanah tersebut yang bekerja pada selubung bikonus alat sondir dalam gaya per satuan panjang.

Hasil dari tes sondir ini dipakai untuk:

  • Menentukan tipe atau jenis pondasi apa yang mau dipakai
  • Menghitung daya dukung tanah asli
  • Menentukan seberapa dalam pondasi harus diletakkan nantinya

  

   Alat-alat yang digunakan dalam tes sondir ini bergantung pada tingkat kedalaman tanah serta kekerasan tanah tersebut. Mesin sondir sendiri ada dua jenis, yakni mesin sondir ringan (2 ton)  dan mesin sondir berat (10 ton). Tenaga penggeraknya-pun ada 2, yakni dengan mesin dan dengan tangan (mesin sondir putar). Peralatan lain mencakup:


  • Beberapa set pipa sondir yang termasuk batang dalam, disiapkan sesuai keperluan masing-masing sepanjang 1 eterm
  • 2 buah Manometer, dengan kapasitas besar dan kecil, dimana manometer yang kecil untuk tes ringan (antara 0 - 50kg/cm persegi), serta manometer kapasitas besar untuk tes yang berat (0 - 600 kg/cm persegi). 
  • setang sondir untuk memutar
  • patent bikonus serta konus
  • Jangkar/angker sondir sebanyak empat buah, bisa berbentuk daun atau spiral, yang dipasan pada ujung-ujung kaki mesin sondir agar tidak bergoyang pada saat menahan gaya tekan tanah saat pengoperasian alat
  • ambang penekan untuk menekan
  • Alat alat lain seperti oli, kunci pipa, kain lap dan alat pembersih, serta minyak pelumas untuk melumasi mesin 


Kamis, 24 Januari 2013

Pembuatan Dokumen Lelang Dalam Pelelangan Konstruksi


            SEBAGAI bagian dari suatu rangkaian proyek pemba­ngunan yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga swasta, dapat dikatakan bahwa pelelangan jasa konstruksi merupakan bagian sangat penting. Sebab, pada saat pelelangan tersebut panitia lelang dapat menilai kadar profesionalisme setiap peserta lelang sebagai calon penyedia jasa. Pada saat pele­langan, panitia lelang akan menemukan banyak al­ternatif calon penyedia jasa pembangunan gedung, bangunan atau utilitas publik lainnya. Singkatnya, dari peristiwa pelelangan akan dapat diketahui kapabilitas dan profesionalisme suatu perusahaan jasa kon­struksi.

 Kapabilitas dan profesionalisme suatu perusaha­an jasa konstruksi atau calon penyedia jasa sedikit
banyak tercermin dari bagaimana mereka mempresentasi­kanDokumen Penawaran. Bila Dokumen Penawar­an perusahaan jasa konstruksi ditampilkan sebagaimana ala kadarnya dan terkesan asal jadi, maka hal itu akan mempengaruhi penilaian panitia lelang. Misalnya saja, ukuran kertas Dokumen Penawaran tidak seragam (ada yang berukuran folio, ada yang berukuran kwarto), hasil penjilidan Dokumen Penawaran tidak rapi, salah mengetik bulan atau tahun dalam surat penawaran dan sebagainya. Panitia lelang jasa kon­struksi mana pun tentu berpikir, "Apakah perusahaan yang menampilkan Dokumen Penawaran (asal-asal- an) seperti ini akan mampu mengerjakan dan me­nyelesaikan proyek-proyek besar ini?"

Memang, menyiapkan Dokumen Penawaran un­tuk ditampilkan dalam suatu pelelangan jasa kons­truksi bukan pekerjaan mudah. Diperlukan ketekun­an, ketelitian, ke hati-hatian dan keseriusan untuk menyiapkan Dokumen Penawaran yang baik. Tanpa landasan keempat hal tersebut, sepertinya mustahil suatu perusahaan jasa konstruksi mampu menyiap­kan dan menampilkan Dokumen Penawaran yang memadai atau memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) atau dalam / anvoujing (Berita Abagaimana Penjelas­an Lelang).

Kamis, 13 Desember 2012

Contoh Beberapa Bangunan Bertingkat Tinggi Dunia


Teknologi gedung bertingkat di dunia telah lama dikenal, bahkan ada beberapa gedung yang tinggi dan terkenal, yangtelah dapat diselesaikan pada beberapa Negara dengan urutan tahun
selesai sebagai berikut:


Empire State Building, terletak di kota New York, Amerika Serikat, dengan total ketinggian 381 meter, dengan jumlah lantai sebanyak 102, dan telah selesai dibangun: pada tahun 1931.


•; World Trade Centre Building, terletak di kota New York, Amerika Serikat, total ketinggian 417 meter, dengan jumlah lantai sebanyak 110, dan telah selesai dibangun pada tahun 1970. Sekarang gedung ini sudah tidak ada lagi, karena dua-duanya telah roboh ditabrak pesawat terbang yang dikendalikan oleh teroris pada bulan september tahun 2001. Peristiwa ini sangat terkenal, karena modus operandi yang digunakan oleh teroris sama sekali tidak diduga oleh intelijen manapun.


-Sear Towers Building, terletak di kota Chicago, dengan total ketinggian 443 meter, dengan jumlah lantai sebanyak 116, dan telah selesai dibangun pada tahun 1974.


Bank of China Tower Building, terletak di kota Hong Kong, dengan total ketinggian termasuk mast 368 meter, jumlah lantai sebanyak 77, dan telah selesai dibangun pada tahun 1989.


- Central Plaza Building, terletak di kota Hong Kong, dengan total
ketinggian termasuk mast 374 meter, jumlah lantai sebanyak 78, dan telah selesai dibangun pada tahun 1992.


Petronas Tower Building, terletak di kota Kuala Lumpur, Malaysia, dengan total ketinggian mencapai 450 meter, jumlah lantai sebanyak 85, dan telah selesai dibangun pada tahun 1996. Sampai dengan tahun 2003 gedung ini merupakan bangunan tertinggi di dunia.


Taipei 101 Building, terletak di kota Taipei, Taiwan, dengan total ketinggian mencapai 452 meter, jumlah lantai sebanyak 101, dan teláh selesai dibangun pada tahun 2004.


Peran Konstruksi Dalam Pembangunan Negara


Di,negara manapun, terutama di negara yang sedang berkembang, pasti menghadapi masalah bertambahnya jumlah penduduk. Seeperti halnya di Indonesia, sehingga diperlukan keberadaan suatu badan yang dapat mengatur pertumbuhan jumlah penduduk, untuk dapat tetap menjaga kesejahteraan mereka. Namun demikian jumlah penduduk akan tetap bertambah, terutama bila kesehatan dan kesejahteraan meningkat. Konsekuensi bertambahnya jumlah penduduk suatu negara, adalah menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam segala bidang.

Bertambahnya jumlah penduduk, sangat erat kaitannya dengan kegiatan pembangunan, karena bertambahnya penduduk berarti memerlukan tambahan sarana untuk melakukan kegiatan mereka. Kehidupan masyarakat modern di kota-kota besar, menuntut tersedianya ruang yang nyaman dan memadai untuk melakukan kegiatan mereka. Padahal lahan yang ada relatif tidak bertambah, lebih-lebih bila dibandingkan dengan bertambahnya penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pembangunan ’’gedung bertingkat”, merupakan suatu pemecahan masalah yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sejalan dengan besamya kebutuhan masyarakat akan ruang tersebut, proyek-proyek High Rise Building, seperti hotel, apartemen, perkantoran, kondominium dan mal, sangat pesat pertumbuhannya di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta.

Dampak dari krisis moneter yang terjadi tahun 1997 memang cukup lama mengakibatkan menyurutnya kegiatan pembangunan, tetapi itu hanya sementara sebab setelah krisis moneter dapat segera diatasi maka kegiatan tersebut akan tumbuh lagi. Situasi tersebut mau tidak mau menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh dunia jasa konstruksi, khususnya para engineer.

Sadar akan terbatasnya sumber daya yang ada, maka tantangan tersebut harus dapat diatasi dengan tetap berorientasi pada efisiensi. Dari hal tersebut dapat dicapai oleh dunia jasa konstruksi bila memiliki tiga kemampuan penting yaitu bisnis, teknologi dan manajemen.

Kemampuan bisnis artinya, bahwa semua keputusan yang akan diambil harus diyakini akan memberikan manfaat yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Sedang kemampuan teknologi, diharapkan dapat senantiasa menjawab tuntutan yang semakin meningkat di sepanjang zamian. Untuk itu diperlukan juga kemampuan manajemen untuk mengatur seluruh sumber daya yang diperlukan secara efektif dan efisien.

Teknologi dalam kegiatan jasa konstruksi muncul dalam dua bentuk, yaitu Software dan Hardware. Software berupa perencanaan desain dan metode pelaksanaan sedang hardware berupa berbagai perkembangan tentang material konstruksi dan peralatan konstruksi. Karena teknologi selalu berkembang dalam menjawab tantangan-tantangan yang ada, maka kedua unsur tersebut di atas pada kenyataannya, juga selalu mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dan dibandingkan dengan bangunan-bangunan yang ada, antara bangunan lama dan bangunan baru. Tidak hanya bentuk fisiknya saja, tetapi juga proses pembangunannya, semakin cepat dan semakin aman.

Di sinilah yang menjadi tantangan bagi para engineer, untuk tidak berpikir statis melainkan harus senantiasa bersifat dinamis. Kemampuan berpikir inovatif, juga sangat diperlukan, termasuk mengikuti terjadinya perkembangan teknologi konstruksi yang telah terjadi di manapun. Dengan berkembangnya dan terbukanya sistem informasi di dunia saat ini, maka kemajuan di bidang apa pun dapat selalu kita ikuti dengan cermat.

Senin, 10 Desember 2012

Etika Profesi Dalam Teknik Sipil

Dalam dunia Civil Engineering, anda akan dihadapkan pada sebuah dunia menantang nurani anda. Anda mungkin akan mudah mendapatkan timbunan rupiah dengan lancar, asalkan anda mau mengikuti "rel" yang ada. Banyak praktisi telah membuang prinsip etika profesi dalam suatu kegiatan konstruksi, demi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Misalnya dengan mengurangi suatu bahan atau spesifikasi tertentu, sehingga konstruksi tersebut dapat dihemat, dan uang pun masuk kantung. Kalau sudah begini, anda mungkin perlu memperhatikan prinsip-prinsip etika dalam dunia konstruksi berikut:

A..Prinsip-Prinsip Etika


1. Prinsip tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya
   terhadap dampak pekerjaab terhadap orang lain
2. Prinsip keadilan, tidak merugikan; membedakan orang lain.
3. Prinsip Otonomi.
    Kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya, tetapi dibatasi tanggungjawab dan komitmen profesional dan  tidak mengganggu kepentingan umum.
4. Prinsip integritas moral yang tinggi.
    Komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi.

B. Prinsip Umum Etika Bisnis

Prinsip etika bisnis sangat dipengaruhi sistem nilai dalam masyarakatSecara umum dalam bisnis sesungguhnya penerapan prinsip etika pada umumnya.










Jumat, 16 November 2012

ALAT PEMROSES BETON & ASPAL




A.   Alat Pemroses Beton
Beton merupakan campuran dari semen, agregat dan air. Campuran semen dan air disebut pasta.
Agregat yang digunakan secara umum untuk membuat beton adalah agregat halus dan agregat kasar. Campuran beton yang normal mengandung ¾ bagian agregat dan ¼ bagian pasta berdasarkan volume dengan rasio air-semen berkisar antara 0,4 – 0,7 berdasarkan berat.
Pekerjaan dalam pembuatan beton meliputi pengukuran berat setiap komponen beton, pencampuran bahan beton, pemindahan campuran beton, penempatan, konsolidasi, dan pengeringan. Sedangkan peralatan yang biasa dipakai dalam proses pembuatan beton sampai beton tersebut ditempatkan antara lain peralatan pencampur beton (concrete batching and mixing), peralatan pemindahan campuran beton, dan peralatan pengecoran.
1.    Pencampuran Beton
Agregat pada batching plant diletakan pada staple material atau storage bin.  empat bagian yaitu butir kasar (split), butir menengah, butir halus dan pasir. Sedangkan semen diletakan pada suatu tabung disebut cement silo. Tabung ini tertutup rapat sehingga semen dalam keadaan tetap kering. Proses yang dilakukan dalam batching plant dapat secara manual, semi otomatis atau otomatis. Kapasitas dari batching plant biasanya tiga kali lebih besar dari kapasitas mixing plant.
2.    Pemindahan Beton
Yang termasuk alat pengangkut beton adalah truck mixer, truck agitator, conveyor, pompa dan crane yang dilengkapi dengan bucket.
Pada saat beton tiba diproyek, beton tersebut docor kedalam cetakan. Untuk memudahkan pengecoran salah satunya dengan menggunakan pompa. Beton disalurkan kedalam cetakan dengan menggunakan pipa. Pipa ini dapat diletakan secara horizontal, vertical dan miring.
3.    Pengecoran Beton
Setelah beton plastis dituangkan kedalam cetakan baik dengan menggunakan bucket maupun pipa, beton tersebut kemudian dikonsolidasikan dan diratakan. Cetakan harus bersih, disangga dengan baik dan kuat dan cetakan dilapisi semacam minyak untuk mencegah beton cepat mongering.
4.    Perkerasan Beton
Perkerasan jalan yang menggunakan beton disebut perkerasan kaku (rigid pavement). Alat yang digunakan dalam pelaksanaan pengecoran beton untuk perkerasan antara lain Paving mixer, Concrete spreader, Tranveerse concrete finisher, Automatic curing machine, dan Slipform paver.
5.    Produktivitas Mixer
Untuk mendapatkan kekuatan beton yang didiinginkan maka yang pertama dilakukan adalah menghitung volume masing-masing campuran bahan beton. Hasil dari penghitungan tersebut disebut dengan mix design.

B.   Alat Pemroses Aspal
Aspal sebagian besar digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Jenis perkerasan yang mengunakan aspal disebut perkerasan lentur. Perkerasan aspal merupakan campuran dari aspal dan agregat (mix asphalt). Fungsi dari aspal pada campuran aspal adalah sebagai pengikat antar agregat, aspal yang masih padat disebut aspal cement. Campuran aspal agar kuat dan sesuai dengan yang diinginkan maka harus dihitung berdasarkan mix design, yaitu antara lain :
1). Stabil
2). Tidal menyebabkan selip
3). Tahan lama
4). Tidak mengalami kelelahan bahan
5). Kedap air
6). Mudah dikerjakan
7). Fleksibel

Alat-alat berat yang berhubungan dengan pekerjaan pengaspalan adalah sebagai berikut :
1.   Asphalt Plant
Merupakan tempat tempat campuran aspal diaduk, dipanaskan dan dicampur. Ada dua macam asphalt plant yang sering digunakan yaitu drum mix plant dan batch plant.
a.Batch Plant
Ada beberapa komponen dari batch plant, yaitu sebagai berikut :
1). Cold feed system atau cold bin
2). Screen (saringan)
3). Drum dryer (drum pengering)
4). Hot bin (penampungan)
5). Hot elevator (elevator)
6). Pugmil mixer
b. Drum Mix Plant 
Setiap jenis agregat diukur beratnya pada cold feed system maka agregat tersebut dialirkan kedrum mixer yang berotasi secara vertical.
c.Tempat Penyimpanan Aspal
Aspal yang digunakan untuk membuat campuran temperaturnya berkisar 1500 C.
d.Silo
Silo adalah silinder vertical yang digunakan sebagai tempat penyimpanan camuran aspal hasil dari mixer.
2.   Alat Untuk Perkerasan
Pada saat membuat perkerasan dengan aspal, alat yang dibutuhkan berbeda dengan pembuatan perkerasan beton. Selain truck alat yang digunakan untuk perkerasan aspal adalah :
a). Asphalt distributor(distributor aspal)
b). Asphalt paver atau asphalt finisher
c). compactor (pemadat)