Kamis, 24 Januari 2013

Pembuatan Dokumen Lelang Dalam Pelelangan Konstruksi


            SEBAGAI bagian dari suatu rangkaian proyek pemba­ngunan yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga swasta, dapat dikatakan bahwa pelelangan jasa konstruksi merupakan bagian sangat penting. Sebab, pada saat pelelangan tersebut panitia lelang dapat menilai kadar profesionalisme setiap peserta lelang sebagai calon penyedia jasa. Pada saat pele­langan, panitia lelang akan menemukan banyak al­ternatif calon penyedia jasa pembangunan gedung, bangunan atau utilitas publik lainnya. Singkatnya, dari peristiwa pelelangan akan dapat diketahui kapabilitas dan profesionalisme suatu perusahaan jasa kon­struksi.

 Kapabilitas dan profesionalisme suatu perusaha­an jasa konstruksi atau calon penyedia jasa sedikit
banyak tercermin dari bagaimana mereka mempresentasi­kanDokumen Penawaran. Bila Dokumen Penawar­an perusahaan jasa konstruksi ditampilkan sebagaimana ala kadarnya dan terkesan asal jadi, maka hal itu akan mempengaruhi penilaian panitia lelang. Misalnya saja, ukuran kertas Dokumen Penawaran tidak seragam (ada yang berukuran folio, ada yang berukuran kwarto), hasil penjilidan Dokumen Penawaran tidak rapi, salah mengetik bulan atau tahun dalam surat penawaran dan sebagainya. Panitia lelang jasa kon­struksi mana pun tentu berpikir, "Apakah perusahaan yang menampilkan Dokumen Penawaran (asal-asal- an) seperti ini akan mampu mengerjakan dan me­nyelesaikan proyek-proyek besar ini?"

Memang, menyiapkan Dokumen Penawaran un­tuk ditampilkan dalam suatu pelelangan jasa kons­truksi bukan pekerjaan mudah. Diperlukan ketekun­an, ketelitian, ke hati-hatian dan keseriusan untuk menyiapkan Dokumen Penawaran yang baik. Tanpa landasan keempat hal tersebut, sepertinya mustahil suatu perusahaan jasa konstruksi mampu menyiap­kan dan menampilkan Dokumen Penawaran yang memadai atau memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) atau dalam / anvoujing (Berita Abagaimana Penjelas­an Lelang).

Kamis, 13 Desember 2012

Contoh Beberapa Bangunan Bertingkat Tinggi Dunia


Teknologi gedung bertingkat di dunia telah lama dikenal, bahkan ada beberapa gedung yang tinggi dan terkenal, yangtelah dapat diselesaikan pada beberapa Negara dengan urutan tahun
selesai sebagai berikut:


Empire State Building, terletak di kota New York, Amerika Serikat, dengan total ketinggian 381 meter, dengan jumlah lantai sebanyak 102, dan telah selesai dibangun: pada tahun 1931.


•; World Trade Centre Building, terletak di kota New York, Amerika Serikat, total ketinggian 417 meter, dengan jumlah lantai sebanyak 110, dan telah selesai dibangun pada tahun 1970. Sekarang gedung ini sudah tidak ada lagi, karena dua-duanya telah roboh ditabrak pesawat terbang yang dikendalikan oleh teroris pada bulan september tahun 2001. Peristiwa ini sangat terkenal, karena modus operandi yang digunakan oleh teroris sama sekali tidak diduga oleh intelijen manapun.


-Sear Towers Building, terletak di kota Chicago, dengan total ketinggian 443 meter, dengan jumlah lantai sebanyak 116, dan telah selesai dibangun pada tahun 1974.


Bank of China Tower Building, terletak di kota Hong Kong, dengan total ketinggian termasuk mast 368 meter, jumlah lantai sebanyak 77, dan telah selesai dibangun pada tahun 1989.


- Central Plaza Building, terletak di kota Hong Kong, dengan total
ketinggian termasuk mast 374 meter, jumlah lantai sebanyak 78, dan telah selesai dibangun pada tahun 1992.


Petronas Tower Building, terletak di kota Kuala Lumpur, Malaysia, dengan total ketinggian mencapai 450 meter, jumlah lantai sebanyak 85, dan telah selesai dibangun pada tahun 1996. Sampai dengan tahun 2003 gedung ini merupakan bangunan tertinggi di dunia.


Taipei 101 Building, terletak di kota Taipei, Taiwan, dengan total ketinggian mencapai 452 meter, jumlah lantai sebanyak 101, dan teláh selesai dibangun pada tahun 2004.